Membuka toko di marketplace sekarang memang semakin mudah. Cukup membuat akun, mengunggah foto produk, mengisi deskripsi, lalu toko sudah bisa mulai menerima pesanan. Namun, apakah toko yang sudah aktif otomatis akan menghasilkan penjualan?
Belum tentu. Banyak penjual pemula yang berharap produknya langsung laris setelah diunggah. Padahal, calon pembeli perlu menemukan produk tersebut, memahami manfaatnya, merasa yakin dengan penjualnya, dan mendapatkan pengalaman belanja yang memuaskan.
Pada Mei 2025, ANTARA memberitakan program Shopee yang memperkuat dukungan bagi pelaku UMKM baru. Program seperti ini menunjukkan adanya peluang bagi usaha kecil untuk memanfaatkan ekosistem perdagangan digital. Meski begitu, dukungan platform tetap perlu diimbangi dengan persiapan bisnis yang matang.
Jika Anda baru berencana membuka toko online, ada beberapa hal penting yang sebaiknya disiapkan sejak awal.
1. Pilih produk yang punya pasar jelas
Sebelum sibuk membuat toko, tentukan terlebih dahulu produk apa yang ingin dijual. Tidak harus langsung menawarkan banyak jenis barang. Memulai dengan beberapa produk yang benar-benar dipahami justru bisa memudahkan pengelolaan usaha.
Coba pelajari siapa calon pembelinya, kebutuhan apa yang ingin mereka penuhi, dan alasan mereka memilih produk Anda dibandingkan produk serupa.
Anda juga bisa mengamati toko lain yang menjual barang sejenis. Perhatikan rentang harga, cara mereka menampilkan produk, pertanyaan yang sering diajukan pembeli, dan ulasan pelanggan.
Tujuannya bukan sekadar meniru pesaing, melainkan memahami kondisi pasar sebelum mengeluarkan terlalu banyak modal.
2. Buat halaman produk yang membuat pembeli yakin
Dalam belanja online, calon pembeli tidak bisa memegang atau mencoba barang secara langsung. Karena itu, foto dan deskripsi produk menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan.
Gunakan foto yang terang, jelas, dan memperlihatkan kondisi barang sebenarnya. Jika diperlukan, tambahkan beberapa foto dari sudut berbeda agar pembeli memiliki gambaran yang lebih lengkap.
Deskripsi juga perlu ditulis dengan jelas. Cantumkan ukuran, bahan, warna, fungsi, isi paket, dan informasi lain yang relevan. Hindari klaim berlebihan yang tidak dapat dibuktikan.
Semakin lengkap informasi yang tersedia, semakin mudah calon pembeli menentukan pilihan tanpa harus berulang kali bertanya kepada penjual.
3. Hitung harga sebelum menentukan keuntungan
Salah satu kesalahan yang cukup berisiko bagi penjual pemula adalah menentukan harga hanya dengan melihat harga pesaing. Padahal, setiap usaha memiliki struktur biaya yang berbeda.
Sebelum menetapkan harga jual, hitung biaya bahan atau pembelian barang, kemasan, tenaga kerja, biaya layanan platform, promosi, dan kemungkinan kerugian akibat retur.
Setelah semua biaya diperhitungkan, tentukan keuntungan yang ingin diperoleh. Jangan terburu-buru memberikan diskon besar jika perhitungannya belum jelas.
Penjualan yang ramai memang menyenangkan, tetapi bisnis tetap perlu menghasilkan keuntungan agar dapat berjalan dalam jangka panjang.
4. Pastikan stok dan pengiriman siap
Ketika pesanan mulai masuk, penjual harus bisa memenuhi janji yang diberikan kepada pembeli. Karena itu, pastikan stok yang ditampilkan di marketplace sesuai dengan jumlah barang yang benar-benar tersedia.
Pelajari juga ketentuan pengiriman, batas waktu pemrosesan pesanan, dan prosedur jika barang rusak atau pesanan mengalami kendala.
Jika produk dibuat berdasarkan pesanan, jelaskan estimasi waktu pengerjaan sejak awal. Jangan menjanjikan pengiriman cepat jika proses produksi membutuhkan waktu lebih lama.
Pengelolaan stok yang rapi membantu mengurangi pembatalan pesanan dan membuat kegiatan operasional lebih mudah dikendalikan.
5. Bangun reputasi melalui pelayanan yang baik
Toko baru memang belum memiliki banyak ulasan. Namun, bukan berarti tidak bisa membangun kepercayaan sejak transaksi pertama.
Mulailah dengan menjawab pertanyaan secara sopan, memberikan informasi yang akurat, mengemas barang dengan baik, dan memproses pesanan sesuai ketentuan. Jika terjadi masalah, komunikasikan penyelesaiannya dengan jelas.
Jangan tergoda menggunakan ulasan palsu atau membuat klaim yang menyesatkan demi terlihat populer. Reputasi yang baik seharusnya terbentuk dari pengalaman pelanggan yang nyata.
Pelayanan yang konsisten juga membantu penjual memahami apa yang perlu diperbaiki ketika usaha mulai berkembang.
6. Promosi boleh dilakukan, tetapi evaluasi hasilnya
Setelah toko siap, Anda bisa mulai mencoba promosi yang sesuai dengan anggaran. Misalnya, membuat konten produk di media sosial, memberikan penawaran untuk produk tertentu, atau mengikuti program promosi marketplace yang relevan.
Namun, jangan langsung menghabiskan banyak uang untuk iklan hanya karena ingin mendapatkan pesanan dengan cepat. Mulailah dari anggaran yang terukur dan catat hasilnya.
Perhatikan jumlah kunjungan produk, pertanyaan yang masuk, pesanan yang berhasil, biaya promosi, serta keuntungan bersih. Dari data tersebut, Anda bisa mengetahui strategi mana yang layak dilanjutkan.
Tidak semua promosi cocok untuk setiap produk. Karena itu, evaluasi secara berkala jauh lebih berguna daripada sekadar mengikuti tren.
Kesimpulan
Membuka toko di marketplace hanyalah awal dari perjalanan berjualan online. Agar usaha bisa berkembang, penjual perlu memahami pasar, menampilkan produk dengan baik, menghitung harga secara cermat, menjaga stok, dan memberikan pelayanan yang memuaskan.
Program dukungan dari marketplace dapat menjadi peluang tambahan, tetapi bukan jaminan bahwa produk akan langsung laris. Hasilnya tetap dipengaruhi oleh kualitas produk, strategi penjualan, dan kemampuan mengelola usaha.
Jika baru memulai, tidak perlu terburu-buru mengejar banyak pesanan. Bangun fondasi bisnis secara bertahap, catat hasil penjualan, dan perbaiki hal-hal yang masih kurang. Dengan cara ini, toko online tidak sekadar aktif, tetapi memiliki peluang lebih baik untuk tumbuh secara berkelanjutan.













