Advertisement

Tips Aman untuk Pembeli dan Pedagang menggunakan qris

Pernah membeli kopi, jajan di warung, atau berbelanja di toko tanpa perlu mengeluarkan uang tunai? Cukup membuka aplikasi pembayaran, memindai kode QR, lalu menyelesaikan transaksi. Cara pembayaran seperti ini semakin sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard memudahkan masyarakat melakukan pembayaran menggunakan kode QR yang telah distandardisasi. Bagi pembeli, metode ini terasa praktis. Sementara itu, pedagang memiliki alternatif pembayaran yang bisa digunakan tanpa harus selalu menyiapkan uang kembalian.

Penggunaan QRIS juga menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Pada Mei 2025, Bank Indonesia mencatat volume transaksi QRIS pada April 2025 tumbuh 154,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Angka tersebut menunjukkan bahwa pembayaran berbasis QR semakin banyak digunakan. Namun, kemudahan transaksi tetap perlu diimbangi dengan kebiasaan memeriksa pembayaran agar tidak terjadi kesalahan atau penyalahgunaan.

Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan saat menggunakan QRIS, baik sebagai pembeli maupun pedagang?

1. Pastikan nama penerima sesuai sebelum membayar

Saat memindai kode QR di kasir, jangan langsung memasukkan PIN atau menyetujui pembayaran. Luangkan waktu sejenak untuk memeriksa nama penerima yang muncul di aplikasi.

Pastikan nama tersebut sesuai dengan toko atau pedagang yang sedang melayani Anda. Jika nama yang muncul berbeda atau terasa mencurigakan, tanyakan terlebih dahulu kepada kasir.

Langkah sederhana ini penting karena kode QR yang dipindai belum tentu selalu mengarah ke penerima yang benar. Dengan memeriksa nama tujuan sebelum transaksi, risiko salah transfer dapat dikurangi.

2. Periksa nominal agar tidak salah transaksi

Selain nama penerima, nominal pembayaran juga perlu diperhatikan. Pastikan jumlah yang muncul di layar sesuai dengan total belanja.

Misalnya, jika total pembelian Rp25.000, jangan terburu-buru menyetujui pembayaran sebelum memastikan nominalnya benar. Kesalahan memasukkan angka bisa terjadi, terutama ketika toko sedang ramai atau pembeli sedang terburu-buru.

Jika nominal tidak sesuai, batalkan proses pembayaran dan minta pedagang memeriksanya kembali. Lebih baik menghabiskan beberapa detik untuk memastikan transaksi daripada harus repot mengurus kesalahan setelah pembayaran selesai.

3. Pedagang perlu memeriksa pembayaran yang masuk

Bagi pedagang, menerima pembayaran QRIS memang praktis. Namun, jangan hanya mengandalkan bukti pembayaran berupa tangkapan layar yang ditunjukkan pelanggan.

Tangkapan layar dapat saja tidak sesuai dengan transaksi sebenarnya. Karena itu, pastikan pembayaran sudah tercatat melalui aplikasi, notifikasi, atau kanal resmi penyedia layanan yang digunakan.

Jika toko sedang ramai, kebiasaan ini mungkin terasa merepotkan. Akan tetapi, pemeriksaan singkat dapat membantu menghindari kesalahan saat menyerahkan barang atau menyelesaikan pesanan.

Jika pembayaran belum terkonfirmasi, periksa kembali status transaksi sebelum mengambil keputusan.

4. Pastikan kode QR yang dipajang tidak diganti

Pedagang yang menyediakan pembayaran QRIS juga perlu memperhatikan kondisi kode QR di meja kasir atau tempat pembayaran.

Periksa secara berkala apakah kode yang dipajang masih merupakan kode resmi milik usaha. Waspadai stiker tambahan, kertas yang menutupi sebagian kode, atau perubahan lain yang tidak diketahui sebelumnya.

Agar lebih aman, letakkan kode QR di area yang mudah diawasi dan tidak mudah diakses sembarang orang. Jika menemukan sesuatu yang mencurigakan, hentikan sementara penggunaannya dan konfirmasikan kode pembayaran melalui penyedia layanan resmi.

Kebiasaan ini penting, terutama bagi usaha kecil yang menempatkan kode QR di area terbuka dan digunakan oleh banyak pelanggan setiap hari.

5. Catat transaksi untuk memantau keuangan usaha

Pembayaran digital dapat membantu pedagang mengelola transaksi dengan lebih praktis. Namun, catatan penjualan tetap perlu dibuat secara rutin.

Pemilik usaha bisa mencocokkan riwayat pembayaran QRIS dengan catatan penjualan harian. Jika terdapat selisih, pemeriksaan bisa dilakukan lebih awal sebelum masalah semakin sulit ditelusuri.

Tidak harus menggunakan sistem yang rumit. Bagi usaha kecil, pencatatan sederhana menggunakan buku atau spreadsheet sudah bisa menjadi langkah awal untuk memantau pemasukan.

Dengan catatan yang teratur, pemilik usaha juga lebih mudah memahami jumlah penjualan, mengelola arus kas, dan merencanakan kebutuhan operasional.

Kesimpulan

QRIS memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk melakukan pembayaran dan membantu pedagang menyediakan pilihan transaksi digital. Tidak heran jika metode ini semakin banyak digunakan dalam berbagai aktivitas belanja.

Meski begitu, kemudahan bukan berarti pengguna boleh mengabaikan keamanan. Pembeli perlu memastikan nama penerima dan nominal pembayaran, sedangkan pedagang harus memeriksa status transaksi serta menjaga kode QR tetap aman.

Kebiasaan tersebut tidak membutuhkan waktu lama, tetapi manfaatnya cukup penting. Dengan lebih teliti sebelum dan sesudah bertransaksi, pembayaran QRIS dapat digunakan secara lebih nyaman, aman, dan mendukung kegiatan usaha sehari-hari.