Advertisement

AI di Indonesia: Lima Prioritas yang Bisa Mengubah Layanan Publik

AI makin sering muncul dalam percakapan sehari-hari. Ada yang memakainya untuk mencari ide, ada yang mencoba membuat gambar, dan ada pula yang menggunakannya untuk membantu pekerjaan kantor. Namun, pertanyaan pentingnya bukan sekadar seberapa canggih AI, melainkan masalah apa yang benar-benar bisa dibantu oleh teknologi ini.

Pada 14 Januari 2025, Kementerian Komunikasi dan Digital membahas lima prioritas pengembangan AI di Indonesia: kesehatan, reformasi birokrasi, pendidikan talenta, kota pintar, dan keamanan pangan. Fokus ini memperlihatkan bahwa pemanfaatan AI tidak terbatas pada chatbot atau aplikasi hiburan.

Di bidang kesehatan, misalnya, AI dapat membantu mengolah informasi atau mendukung pekerjaan tenaga profesional. Dalam layanan pemerintahan, teknologi serupa berpotensi mempercepat pencarian dokumen dan pekerjaan administratif. Meski begitu, keputusan penting tetap membutuhkan pemeriksaan manusia, terutama ketika menyangkut data pribadi dan keselamatan.

Hal lain yang tak kalah penting adalah kesiapan orang yang menggunakannya. Teknologi secanggih apa pun tidak akan banyak membantu jika penggunanya tidak memahami batas kemampuan sistem, cara memeriksa hasil, dan risiko ketika data sensitif dimasukkan ke layanan digital.

Pelaku usaha pun tidak harus langsung menerapkan AI di semua bagian. Mulailah dari satu pekerjaan yang jelas, ukur apakah waktunya benar-benar lebih singkat, lalu periksa kualitas hasilnya. Jangan lupa memastikan bahwa data pelanggan atau dokumen rahasia tidak digunakan sembarangan.

Pada akhirnya, manfaat AI tidak diukur dari seberapa sering kita memakainya. Yang lebih penting adalah apakah teknologi tersebut membantu menyelesaikan masalah dengan cara yang aman, masuk akal, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Sumber

Komdigi, “Lima Prioritas Pemerintah untuk Pengembangan AI”, 14 Januari 2025. https://www.komdigi.go.id/berita/masyarakat-digital/detail/lima-prioritas-pemerintah-untuk-pengembangan-ai